DIBALIK SENYUM DAN KEKUATAN
Oleh Mustika Pratidina
Langit mendung
Seakan ia turut berduka atas kepergiamu..
Orang-orang riuh rendah bercerita
Atas semua amal kebaikanmu..
Dibawah langit ini, seketika aku berfikir
Kepergianmu mengajarkan aku arti kehidupan..
Kepergianmu mengajarkan aku arti kedewasaan..
Kepergianmu mengajarkan aku arti menghargai orang lain..
Dan kepergianmu mengajarkan aku arti kesabaran..
Aku datang padamu ayah,
Kubawakan bunga kamboja dan melati untukmu..
Kuusap batu nisan mu,
Sebagai tanda sebenarnya aku tidak mau kehilanganmu..
Doa dan doalah yang senantiasa aku antarkan kepadamu..
Tapi mengapa ? mengapa tuhan secepat ini memanggilmu ?
Aku tak kuasa menahan air mata, yang kubendung saat ini..
Fikirku, tuhan itu tak adil !!
Tapi aku berfikir kembali ..
Mungkin dibalik ini tuhan merencanakan hal indah untuku..
Sebait puisi ini mengantarkan ku untuk selalu mengenangmu..
Bila tiba saatnya nanti,
Aku akan bercerita kepada tuhan tentang semua kebaikan mu selama di dunia ini..
Bersama embun fajar kemarau ku sertakan doa
Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya
Aku akan selalu kuat dan tersenyum .
Walaupun tanpa kau ayah, disisiku.
Aku berjanji aku akan menjadi manusia yang seutuhnya , yang kau pernah impikan..
Senyum terakhir mu itu adalah semangat baru untuk hidupku..
Ayah.. aku merindukanmu ..
