Terlena - Puisi Bakhtiar Syarif

TERLENA
Puisi Bakhtiar Syarif

Orang tua itu
Menghentikan pekerjaannya
Sementara hari masih pagi
Dia mandi dan membersih diri
Memakai pakaian yang terbaik yang dipunyai

Harum
Berjalan kaki dia melangkah pergi
Ke mesjid
Diujung desa

Namun
Tiada orang di sana
Sebab hari masih pagi
Namun dia tetap masuk
Sebab dia tahu
Malaikat telah menunggu
Di pintu
Mencatat siapa yang datang terdulu
Hari ini dia berqurban seekor unta
Dan akan terus berkorban
Sampai ujung usia

Sementara kita
Berqurban seekor semut pun tak mampu
Karena terlena
Terlena dengan kesibukan
Kesibukan yang tiada akhir
Hanya ajal yang memutusnya
Mungkin besok