Pandeglang, Kau tak Seperti Dulu

PANDEGLANG, KAU TAK SEPERTI DULU
Puisi Muhammad Zaini

Ku putuskan tuk datang hari ini
ada yang beda dari wajah kotamu
begitu cantik dan pesolek
meski nafasmu terasa kering

Ku bulatkan tekadku tuk dapat bertemu
ada yang lain dari suaramu
begitu parau dan tak semerdu dulu
tidak seperti gemercik air yang jatuh dibebatuan

Masih ingat ketika menikmati suasana senja
duduk dibukit bawah rimbun dedaunan
semburat sinar mentari menerpa paras kemerahan
kau bercerita bangga akan keelokan kotamu

Tentang gunung karang yang tetap setia menjaga
tentang keramahan
tentang lekukan pematang bak ukiran indah
tentang airmu yang bening
dan tentang alammu yang hijau

Belum lepas dari fikiranku
ketika menemani gadisku habiskan malam
kotamu santun bersahaja
namun nampak begitu berwarna
disapa lampu hias jalan saling berdetik

Kemanakah semua itu pergi
disini aku rindu
akankah kukenali lagi
wajah gadisku

Pandeglang
jangan kau kurung gadisku
dengan keangkuhanmu
biarkan menyambutku

Pandeglang
jangan kau sembunyikan gadisku
dengan keriuhanmu
biarkan menyapaku

Angin berhembus keras dari bukit kering
mengabarkan kegalauan
pepohonan tidak rimbun lagi
burung-burung enggan bernyanyi
lagi, tak ku temukan gadisku yang dulu