CENGKRAMA DENGAN LANGIT
Oleh Nadira Martasubrata
Hai langit..
Hari ini senyummu indah menghiasi cakrawala
Tapi aku masih tidak mengerti
Tentang raut wajah yang berubah tak pasti
Tiba-tiba bersama angin kau datang dengan raut kelabumu
bukan berada diatas kepalaku..
tetapi disini..didekat jantungku
bukan dijantungku, didekat jantungku
Langit..
Harusnya kau melindungiku dari sengat mentari atau semacamnya
Tapi mengapa kau memayungiku dengan air matamu
Kenapa kau tidak mengajakku menari dengan burung
atau melukis pelangi bersama mungkin
Jika aku harus bercerita
Hanya bercerita bukan meminta
Langit..
Aku hanya seorang manusia, seorang wanita
Menyunggingkan senyum, tersayat didalam
Didekat jantungku menangis
Bukan benar-benar menangis
Hanya air matamu menetes didekat jantung ini
Membuatnya berpeluh air matamu, dan dituduh menangis
Tapi taukah kamu?
Aku seorang munafik
Tidak mengakui hinaku, menjadi kayu keropos didalam
Ikhlasku belum menerima..
Tapi sekarang, otak dan hatiku berkesinambungan
Mulai bisa melihat keindahan air matamu
Dalam gerak lambat, ada sesuatu yang tersirat
Bukan kepedihan..
Tapi keindahan dibalik tirai rintik hujan
Pelangi..
